Determinan Kemandirian Keuangan Pemerintah Daerah Kota di Pulau Sumatera
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kekayaan daerah, dana perimbangan, ukuran pemerintah daerah, dan leverage terhadap kemandirian keuangan pemerintah daerah kota di Pulau Sumatera. Penelitian ini menggunakan data sekunder dari Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) pada 34 kota di Pulau Sumatera selama periode 2020–2023. Metode analisis yang digunakan adalah regresi data panel dengan pendekatan Fixed Effect Model (FEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan seluruh variabel independen berpengaruh signifikan terhadap kemandirian keuangan daerah. Secara parsial, kekayaan daerah dan dana perimbangan berpengaruh signifikan terhadap kemandirian keuangan daerah, sementara ukuran pemerintah daerah dan leverage tidak berpengaruh signifikan. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan PAD dan pengelolaan dana transfer yang efisien menjadi kunci dalam meningkatkan kemandirian fiskal daerah. Penelitian ini memberikan implikasi penting bagi pembuat kebijakan daerah dalam merancang strategi fiskal berkelanjutan berbasis potensi lokal.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Licensed under
a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License
References
Baltagi, B. H. (2005). Econometric analysis of panel data (3rd ed.). John Wiley & Sons.
Gujarati, D. N., & Porter, D. C. (2009). Basic econometrics (5th ed.). McGrawHill.
Halim, A. (2014). Akuntansi sektor publik: Akuntansi keuangan daerah. Salemba Empat. Halim, A. (2014). Manajemen keuangan sektor publik. Salemba Empat.
Islami, A. Y., Edwin, F., & Riana, M. (2020). Factors influencing the financial performance of South Sumatra Province local government for the period 2012–2016. Journal of Critical Reviews, 7(15), 2115–2124. https://doi.org/10.31838/jcr.07.15.282
Julianti, N.et al. (2024). Pengaruh pendapatan asli daerah, dana perimbangan, ukuran pemerintah daerah, leverage terhadap kinerja keuangan. ANALYSIS: Accounting, Management, Economics, and Business, 2(2), 141–152. https://doi.org/10.56855/analysis.v2i2.1100
Khurria, Arima. 2023. Mengapa Pemerintah Daerah Belum Berhasil Menerbitkan Obligasi Daerah. Jurnal Syntax Admiration, 4(5), 594-611. https://doi.org/10.46799/jsa.v4i5.595
Machfud, M., Asnawi, A., & Naz’aina, N. (2021). Pengaruh pendapatan asli daerah, dana perimbangan, dana otonomi khusus dan tingkat kemiskinan terhadap tingkat kemandirian keuangan daerah di Kabupaten/Kota Provinsi Aceh. J-MIND (Jurnal Manajemen Indonesia), 5(1), 14. https://doi.org/10.29103/j-mind.v5i1.3423
Mourão, P. J. R. (2008). Towards a Puviani's fiscal illusion index. Hacienda Publica Espanola - Revista De Economía Pública, 187(4), pp. 49-86. https://doi.org/10.33324/hpe.v187.i4.59.
Musgrave, R. A. (1959). The theory of public finance: A study in public economy. McGraw-Hill.
Noviyanti, N. A., & Kiswanto. (2016). Pengaruh karakteristik pemerintah daerah, temuan audit BPK terhadap kinerja keuangan pemerintah daerah. Accounting Analysis Journal, 5(1), 1–10. https://doi.org/10.15294/aaj.v5i1.9759
Nurliza, W., & Halmawati. (2020). Pengaruh pendapatan asli daerah dan dana perimbangan terhadap belanja modal dan tingkat kemandirian keuangan daerah (Studi empiris pada Kabupaten/Kota di Provinsi Riau tahun 2010– 2018). Jurnal Eksplorasi Akuntansi, 2(1), 2373–2390. https://doi.org/10.24036/jea.v2i1.218
Oates, W. E. (1972). Fiscal federalism. Harcourt Brace Jovanovich.
Puviani, A. (1903). Teoria della illusione finanziaria. Palermo: Sandron.
Ramlah, R., Musdalifah, M., & Yusriadi, Y. (2023). Pengaruh Pendapatan Asli Daerah, Ukuran Daerah dan Dana Transfer terhadap Kinerja Keuangan Daerah Kota Makassar. ADMIN: Jurnal Ilmiah Bidang Administrasi Publik dan Bisnis, 6(3), 305–318.
Republik Indonesia. (2014). Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.
Rofiq, I., & Arza, F. I. (2021). Pengaruh ukuran pemerintah daerah, umur pemerintah daerah, status pemerintah daerah, jumlah penduduk, jumlah SKPD, belanja pegawai dan leverage terhadap kemandirian keuangan daerah. Jurnal Eksplorasi Akuntansi, 3(3), 705–719. http://doi.org/10.24036/jea.v3i3.414
Sugiyono. (2022). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Warman, A., & Arza, F. (2024). Pengaruh ukuran pemerintah, pertumbuhan ekonomi dan belanja modal terhadap kemandirian keuangan daerah. Jurnal Nuansa Karya Akuntansi, 2(2), 178–188. http://doi.org/10.24036/jnka.v2i2.46