Main Article Content

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab terjadinya produk cacat shuttlecock merk “Claudia”, untuk mengetahui bagaimana penggunaan metode six sigma dalam per­baikan kualitas produk shuttlecock merk “Claudia”, dan memberikan usulan perbaikan kua­li­tas produk shuttlecock “Claudia” untuk meningkatkan kualitasnya dan me­ngu­rangi poduk cacat. Tek­nik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian adalah ob­ser­vasi dan wawancara. Se­dangkan teknik analisis data yang digunakan adalah metode six sig­ma. Kesimpulan dari pe­ne­li­tian ini adalah 1) Implementasi six sigma dalam penelitian ini me­­nggunakan siklus DMAIC (De­fine Measure Analyze Improve Control), 2) Jenis produk ca­cat shuttlecock “Claudia” paling tinggi adalah Batang Bulu Rusak (BBR), Penjahitan Antar Bulu Lepas (PABL), dan Ke­se­im­ba­ng­an laju Shuttlecock Goyah (KLSG) dengan persentase kerusakan/cacat dari total jumlah pro­duk­si sebesar 4,31%, 3) Kualitas produk shuttlecock “Claudia” memiliki nilai sigma 3,69, jadi po­sisinya ada pada kategori rata-rata industri. Pe­ru­sa­haan diharapkan dapat meningkatkan nilai sig­manya dengan melakukan berbagai upaya per­­baikan, 4) Usulan perbaikan kualitas produk shu­ttlecock “Claudia” diklasifikasikan ber­da­sar­kan 4 faktor penyebab, yaitu manusia, metode, me­sin, dan material, kemudian masing-ma­si­ng faktor penyebab diberikan rekomendasi atau usu­lan tindakan perbaikan untuk dapat me­ni­ngkatkan kualitas produk shuttlecocknya, 5) Tahap ter­ak­hir dalam usulan perbaikan kua­li­tas produk shuttlecock “Claudia” adalah control (pe­nga­wa­san), usulan perbaikan yang dapat di­berikan adalah perusahaan harus lebih ketat dalam mela­ku­kan pengawasan baik bahan ba­ku, metode, mesin, ataupun karyawannya dalam bekerja, ke­mu­di­an semua produk cacat harus ada catatan setiap harinya dan terdokumentasi dengan baik jenis ca­cat­nya, jumlah cacatnya, me­sin yang menyebabkan cacat, tahapan proses menyebabkan cacat, dsb.. Pencacatan ini bisa di­bantu dengan menggunakan lembar pengecekan.

Keywords

Six sigma DMAIC DPMO

Article Details

How to Cite
Sulistyani, T., & Sari, M. (2021). Usulan Perbaikan Kualitas Produk Shuttlecock “Claudia” Dengan Metode Six sigma di Perusahaan Shuttlecock “Claudia” Kabupaten Tegal. Permana : Jurnal Perpajakan, Manajemen, Dan Akuntansi, 13(2), 163-181. https://doi.org/10.24905/permana.v13i2.198

References

  1. Amin, M. A. N., & Irawan, B. P. (2021). Apakah Buyback Stock dapat memberikan Keuntungan Tidak Normal saat Pandemi?. Permana: Jurnal Perpajakan, Manajemen, dan Akuntansi, 13(1), 46-59.
  2. Amin, M. A. N. (2020). Apakah Stock Split Memberikan Keuntungan Tidak Normal?. Permana: Jurnal Perpajakan, Manajemen, Dan Akuntansi, 12(1), 9-17.
  3. Ahyari, Agus. 2002. Pengendalian Produksi. Yogyakarta : BPFE.
  4. Hanafi, Mamduh. 2016. Manajemen Risiko. Yogyakarta: UPP STIM YKPN.
  5. Heizer, Jay and Barry, Render. 2015. Manajemen Operasi: manajemen keberlangsungan dan Rantai Pasokan. Jakarta : Salemba Empat.
  6. Nur, A. M. A., & Dadan, R. (2017). Analysis of abnormal return, stock return and stock liquidity before and after buyback share: case study of companies listed in Indonesia stock exchange in period of 2011-2015. Russian Journal of Agricultural and Socio-Economic Sciences, 71(11).
  7. Soemohadiwidjojo, Arini, 2017. Six sigma. Jakarta : Raih Asa Sukses.
  8. Sugiyono. 2016. Metode Penelitian. .Bandung : CV Alfabeta.
  9. Tjiptono, Fandi & Diana, Anastasia. 2003. TQM (Total Quality Manangement) Yogyakarta: C.V ANDI OFFSET.